Postingan

Sholat Terus, Maksiat Jalan ?!

 Oleh: Ustadz Adi Hidayat   Apa tanggapan ustadz bagi orang yang memiliki pandangan sholat terus, maksiat jalan (STMJ)? Ini menunjukkan tidak adanya konsistensi dalam beramal, sebenarnya orang ini adalah orang yang bimbang, orang yang tidak punya pandangan, orang orang yang keadaan dirinya kurang sehat. Orang yang sehat ketika mengerjakan amal sholeh, maka ketika dia benar dalam mengerjakan amal sholeh, maka amal sholeh itu secara otomatis akan menggerakkan tubuhnya untuk mencegah dia berbuat maksiat. Contohnya: sholat adalah amal sholeh. Apa fungsi sholat? ada di QS 29: 45.  اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih be...

Perlukah Mengulang Doa pada Saat dan Selesai Sholat?

Oleh: Ustadz Adi Hidayat      Dalam sholat bacaannya selalu unik, yang pertama ada seperti pengulangan, misalnya ketika kita membaca Al Quran kemudian menemukan ayat seperti terulang. Dalam tafsir sebenarnya adalah bukan pengulangan, tapi disebut penguatan. Contohnya seperti QS Ar-Rahman, kita akan menemukan ayat   فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ    sebanyak 31 kali.     Setiap ayat  فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ    yang pertama berbeda dengan yang kedua, kemudian yang ketiga berbeda dengan yang pertama dan kedua. Walaupun kalimatnya dibaca sama tapi maknanya berbeda.      Dalam sholat, dapat ditemukan pengulangan dalam bacaan doa yang sifatnya terasa sama dalam bacaan doanya tapi fungsinya berbeda, seperti  سُبْحَانَ رَبِّىَ  pada saat rukuk dan sujud. Kenapa? ternyata kalimat yang dibaca berulang itu dalam lafadznya adalah pembuka kekhusyukan dalam berdoa, karena sering ditemukan o...

Hidup Itu Tidak Hanya Mengejar Dunia Saja

Oleh: Ustadz Sonny Abi Kim Ada satu firman Allah di QS Al Baqarah ayat 214 Kata Allah, "Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat" Ayat itu dibungkus dengan kalimat bahwa pertolongan Allah itu dekat Seperti pada surah At Taha ayat 25-28 رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي ketika Nabi Musa berhadapan dengan Firaun, apa yang pertama kali Nabi Musa minta kepada Allah? Nabi Musa minta dilapangkan dadanya رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي, dipermudah urusannya وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي. Maka jika ada pertanyaan seberapa dekat pertolongan Allah itu maka seberapa besar kita mau melapangkan ...

Cara Menghadapi Masalah dan Memperoleh Ketenangan

Oleh: Ustadz Adi Hidayat Ketenangan dan kegelisahan adalah asalnya adalah sifat dari jiwa. Jiwa kalau merasa gelisah berarti datangnya dari nafsu, tapi kalau jiwa merasa tenang berarti datangnya dari taqwa.  Urutannya adalah sifat jiwa yang kemudian mempengaruhi pikiran untuk melakukan tindakan.  Maka dari itu sering dikatakan jiwa yang tenang akan melahirkan fikiran yang baik dan tindakan yang baik. Karena sekarang kita tahu ketenangan adalah sifat jiwa, maka siapa yang punya jiwa? Allah.  Bagaimana caranya memperoleh ketenangan dalam menghadapi masalah, sehingga ketika dihadapkan persoalan dia mampu menghadapinya persoalannya dengan mudah, jadi ketika orang lain dihadapkan masalah yang sama dengan dirinya, mungkin bagi orang lain itu masalah besar, tapi bagi dia, hanya diselesaikan dengan senyum saja. Kesimpulannya orang yang kelihatannya adem, bukannya orang itu tidak punya masalah, tapi dia punya jiwa yang lapang, yang tenang, sehingga dia mampu menyikapi masalahnya. ...

Rahasia Memahami Bacaan Sholat

Oleh: Ustadz Adi Hidayat Takbir kalau diresapi itu nikmatnya tidak terlukiskan. Sahabat Nabi, Abu Bakar As-Shidiq saat takbir tubuhnya sampai gemetaran. Sahabat Nabi yang lain, Ali bin Abi Thalib, suatu ketika tertancap duri dan merasa kesakitan, sahabat lain bilang cabutlah sambil kau menyebutkan takbir. Durinya tercabut tapi tidak tampak meringis kesakitan di wajahnya karena nikmatnya meresapi takbir. Allahuakbar= Allah Maha Besar, ketika takbir maka ucapkan di lisan, terjemahkan dipikiran, resapi di hati, sebab kalau hanya sekedar mengucap, setan memiliki celah untuk mengisi pikiran, khanzab, setan penggoda orang sholat. Kata nabi, ketika kita mulai takbir, setan mulai beraksi, mengisi pikiran yang ada di kepala, di kepala langsung teringat ini teringat itu, pikiran-pikiran pengganggu, yang kadang juga mengakibatkan lupa raka'at sholat. Cara mengatasinya bagaimana? Yaitu dengan memahami bacaan sholat, kemudian fokuskan dipikiran dengan menerjemahkan bacaan sholat, resapi langsun...

Hikmah di Balik Sholat

Gambar
Oleh: Ustadz Hanan Attaki Salah satu ibadah yang dilatih selain puasa di bulan Ramadhan adalah sholat. Bulan Ramadhan sangat kental dengan sholat tarawih, dimana yang biasanya sholat setelah isya, hanya sholat ba'diyah 2 rakaat, tapi dibulan Ramadhan sholat sunnahnya yaitu tarawih menjadi banyak rakaat. Dalam Bahasa Indonesia tarawih artinya istirahat. Suatu ketika disaat Nabi Muhammad sedang lelah, Nabi SAW memanggil Bilal bin Robah, Bilal adalah muadzinnya Nabi SAW. Nabi SAW pada waktu itu mengatakan "Wahai Bilal, istirahatkan kami dengan sholat" kalimat ini sungguh singkat, tapi dalam maknanya. Kenapa Nabi memakai istilah "istirahatkan kami dengan sholat, ternyata buat Nabi SAW, sholat itu adalah rehat, istirahat, sholat itu bukan beban, bukan pekerjaan, bukan gerakan. Apakah kita bisa membuat sholat itu sebagai istirahat, rehat, healing buat kita, senyaman main game, ngecafe, nongkrong? Dalam Ramadhan, disyariatkan untuk ibadah rehat yaitu sholat tarawih. Tapi ke...

Agar Tenang Jiwamu

oleh: Ustadz Felix Siauw  Seringkali kita merasa depresi, tertekan, stress ketika kita tidak mendapatkan sesuatu sesuai harapan kita, karena kita berfikir kita merasa bisa mengendalikan, bisa menangani, bisa mengontrol segala sesuatu. Seperti depresi saat kita tidak bisa berbuat apapun ketika orang yang kita cintai meninggal. Merasa tidak bisa melakukan apapun, padahal itu bentuk ge-er merasa bahwa itu adalah kendali kita, padahal bukan. Itu adalah urusannya Allah, itu ketentuan Allah. Allah hanya minta kita hanya melakukan, mengusahakan apa yang menjadi tanggung jawab kita saja, sisanya kita berserah ke Allah.  Islam adalah berserah, muslim adalah menyerahkan (pasrah).  Ada suatu kisah, paman Nabi Muhammad, Abu Tholib sakaratul maut, tapi saat itu tidak dalam keadaan islam dan Nabi Muhammad masih meyakinkan pamannya untuk terakhir kali dan berharap pamannya masuk islam, tapi yang terjadi pamannya wafat dalam keadaan bukan muslim. Abu Tholib adalah paman yang sangat ...