Sholat Terus, Maksiat Jalan ?!

 Oleh: Ustadz Adi Hidayat

 

Apa tanggapan ustadz bagi orang yang memiliki pandangan sholat terus, maksiat jalan (STMJ)?

Ini menunjukkan tidak adanya konsistensi dalam beramal, sebenarnya orang ini adalah orang yang bimbang, orang yang tidak punya pandangan, orang orang yang keadaan dirinya kurang sehat.

Orang yang sehat ketika mengerjakan amal sholeh, maka ketika dia benar dalam mengerjakan amal sholeh, maka amal sholeh itu secara otomatis akan menggerakkan tubuhnya untuk mencegah dia berbuat maksiat.

Contohnya: sholat adalah amal sholeh. Apa fungsi sholat? ada di QS 29: 45. 

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Kalau ada orang sholat dan benar sholatnya, maka sholat yang dia lakukan akan mencegah tubuhnya untuk melakukan tindakan tindakan maksiat. Fahsya: zina, selingkuh, LGBT, pornoaksi, pornografi. Munkar: mencuri, bergosip, menuduh, berselisih. Maka jika sholatnya benar, maka amal solehnya ini akan mencegah dia berbuat fahsya dan munkar 

Jadi jika ada orang sholat tetapi secara bersamaan dia berbuat maksiat, ini artinya ada yang belum tepat dalam sholatnya, karena motivasi sholat itu, agar mendapatkan amal sholeh agar tidak berbuat maksiat, jadi mustahil ada STMJ. 

Jadi kalau orang tetap sholat dengan benar tidak mungkin ada maksiat, jika ada yang sholat namun tidak mencegah dia berbuat maksiat, maka kemungkinannya satu yaitu sholat yang dia kerjakan tidak sempurna tujuan dan niatnya. Makanya kata nabi sebelum mengerjakan amal sholeh yang diperbaiki adalah niatnya dahulu. Jika orang yang niatnya benar dalam sholatnya, maka otomatis tidak akan bermaksiat.

Ada pengalaman pribadi dimana ada salah satu orangtua yang menyampaikan pesan kepada syekh bahwa 3 anaknya sulit melakukan sholat, kemudian syekh meminta satu hal untuk dilakukan ketiga anak itu, yaitu sholat wajiblah selama 40 hari dan tunaikan di mesjid secara berjamaah, setelah itu silahkan setelah 40 hari itu bebas malakukan apa saja. Dihari ke 40, yang anak pertama berubah jadi baik luar biasa, yang kedua naik turun, kadang baik kadang tidak, dan yang ketiga makin kacau. Dipanggillah ketiga anak itu oleh syekh dan kata syekhnya, kamu yang pertama kamu benar sholatnya, kamu tidak meninggalkan sholat, yang kedua kamu sholatnya bolong-bolong kadang sholat kadang tidak, yang ketiga, kamu ngumpet-ngumpet padahal tidak sholat. Ketiga anaknya bingung, kok syekh ini tau? Jawaban syekhh, karena demikianlah yang ada di Al-Quran, tidaklah orang yang sholat konsisten kecuali merubah dia menjadi lebih baik, maka bertaubatlah anak ini, kemudian sekarang menjadi ahli Al-Quran.

Untuk memperbaiki sholat, maka selalu bermohon kepada Allah untuk mendapatkan rahmatNya dalam sholat. Ada di QS Al-Baqarah 45-46.

وَاسۡتَعِيۡنُوۡا بِالصَّبۡرِ وَالصَّلٰوةِ ‌ؕ وَاِنَّهَا لَكَبِيۡرَةٌ اِلَّا عَلَى الۡخٰشِعِيۡنَۙ

الَّذِيۡنَ يَظُنُّوۡنَ اَنَّهُمۡ مُّلٰقُوۡا رَبِّهِمۡ وَاَنَّهُمۡ اِلَيۡهِ رٰجِعُوۡنَ

(45.) Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk (46.) (yaitu) mereka yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

 

Kalau masuk mesjid, maka baca doa sebelum masuk masjid

 اَللّهُمَّ افْتَحْ لِيْ اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu

Rahmat itu dibagi 3: 

1. Solusi dari semua masalah hidup, bahkan ketenangan juga bagian dari solusi.

2. Ampunan dari dosa, sholat itu juga untuk menggugurkan dosa. Makanya Allah memerintahkan sholat agar dosa dosa yang dilakukan hari itu gugur, cuma apakah setiap orang ketika sholat ada yang ingat dosanya, karena ketika sholat ingat maksiat dosa, maka gugur, dan menjadikan dia tidak bermaksiat lagi, dan banyak orang yang ketika sujud, banyak yang pulang dalam keadaan mulia. Bahkan pelaku dosa banyak pulangnya dalam keadaan sujud. Itu luar biasa indah.

3. Rahmat itu dalam bentuk khusnul khotimah, kalau bicara ini maka ini berkaitan dengan wafat. Maka sebelum sholat direnungkan dipersiapkan sholat sebaik mungkin, boleh jadi ini sholat terakhir, bagaimana jika ini sujud terakhir, dan seketika akan ada perasaan kembali ke Allah. Jika rasa ini dihadirkan, kenikmatan beribadah akan lahir, air mata mengalir, dan taubat akan lahir. Sholat semacam ini akan menghentikan perbuatan maksiat. 

Maka STMJ tidaklah sesuai, karena ketika mengerjakan amal sholeh, dan juga mengerjakan maksiat, maka amal sholeh akan tertarik ke maksiatnya, maka yang tersisa hanya dosa maksiatnya. Ini bahaya, karena akan menjadikan pribadi yang bangkrut, muflis namanya, karena akan masuk neraka dicuci dahulu kemudian baru masuk surga, ini ada di hadist muslim.

Tidak ada manusia yang suci, maka orang terbaik adalah orang yang berusaha memperbanyak amal solehnya untuk menutupi salahnya, bukan mengerjakan amal soleh untuk menyeimbangkan salahnya. 

 

https://www.youtube.com/watch?v=rGQc63t5oig 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghadapi Masalah dan Memperoleh Ketenangan

Agar Tenang Jiwamu