Hidup Itu Tidak Hanya Mengejar Dunia Saja
Oleh: Ustadz Sonny Abi Kim
Ada satu firman Allah di QS Al Baqarah ayat 214
Kata Allah, "Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat"
Ayat itu dibungkus dengan kalimat bahwa pertolongan Allah itu dekat
Seperti pada surah At Taha ayat 25-28 رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
ketika Nabi Musa berhadapan dengan Firaun, apa yang pertama kali Nabi Musa minta kepada Allah? Nabi Musa minta dilapangkan dadanya رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي, dipermudah urusannya وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي.
Maka jika ada pertanyaan seberapa dekat pertolongan Allah itu maka seberapa besar kita mau melapangkan dada kita, karena jika dada lapang, urusan jadi mudah.
Jadi seberapa besar kita mau melapangkan dada, seberapa besar kita mau melihat keindahan dari setiap takdir yangg Allah hadirkan di hidup kita, maka mudah-mudahan sedekat itu pula hadirnya pertolongan Allah, Insya Allah.
---
Ada 1 rumus yang berkaitan dengan keistiqomahan, yaitu TEMAN.
TE= Milikilah Tujuan yang menyentuh secara Emosi, jadi misal seperti seorang bapak-bapak yang tau merokok itu tidak baik buat kesehatan, tapi apakah bapak itu itu berhenti merokok? belum tentu, karena belum tersentuh secara emosional, hanya tau di akal saja. Tapi jika dia memiliki anak yang sakit paru-paru karena asap rokok karena dirinya, maka apakah dia bisa berhenti merokok? Bisa kan, karena seorang bapak memikirkan anaknya, karena hal ini sudah sampai terdorong emosionalnya.
Contoh lain parenting untuk mengingatkan sholat, misalkan ketika mengingatkan anak, nak sholat, nanti masuk neraka kalau tidak sholat, itu pasti hanya sekedar pengetahuan saja kan, jadi pasti sulit untuk istiqomah, tapi lain hal ketika misal kita lagi bercanda2 bahagia sama anak sebelum tidur, lalu kita selipkan kalimat seperti "mau ga nanti di surga seperti ini lagi, bercanda, nanti abi mau ketemu di surga lagi, yuk kita sholat biar nanti ketemu di surga lagi" si anak pasti bisa istiqomah karena sudah terdorong secara emosional
M= Mentor. Karena hijrah sendirian bisa tersesat
AN= Menyesuaikan lingkungAN, bangunkan kebiasaAN
Hadist nabi, siapa kita dipengaruhi lingkungan dan kebiasaan bisa kita mulai dari yang kecil tapi konsisten
---
Definisi bahagia
Kondisi jiwa sesorang yang tidak cemas, tidak takut akan masa depan dan tidak sedih terhadap apa yang sudah berlalu karena yakin setiap kejadian adalah bagian dari sentuhan yang Allah hadirkan.
Kebahagiaan ada 2 jalan, ketenangan dan kesenangan. Kalau kesenangan tidak bisa puas, makanya ada perbedaan pleasure dan happiness.
Kata Nabi, anak adam itu kalau dikasih 1 lembah emas, pasti minta lagi, dan tidak akan pernah puas, kapan puas? kalau tanah kuburan sudah masuk kedalam mulutnya
Makanya kalau dibahas material happiness itu durasinya singkat. Seperti beli barang itu happynya cuma sebentar, bahkan ada penelitian bahwa durasi kebahagiaan saat beli barang itu hanya 30 detik.
Nah bagaimana cara bahagia? Harusnya pakai jalan ketenangan,
QS Ar-Rad ayat 28
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ,
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Bahkan ulama pernah berkata: “Sungguh kasihan orang-orang yang mencintai dunia, mereka(pada akhirnya) akan meninggalkan dunia ini, padahal mereka belum merasakan kenikmatan yang paling besar di dunia ini“, maka ada yang bertanya : “Apakah kenikmatan yang paling besar di dunia ini?“ “Cinta kepada Allah, merasa tenang ketika mendekatkan diri kepada-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, serta merasa bahagia ketika berdzikir dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya”
---
Healing
Tujuan healing kan sebenarnya pengen ngelepas hal yang tidak tenang di hati kan. Sebaik2 healing kan connect ke yang punya hati
Ada 1 rumus sajedah terkait healing:
SA= SAdari apa yg buat ga tenang, mumet, dll, jgn denial
JEDA= JEDA, lakukan proses healingnya, dalam proses jeda itu kita mengadu. Malah kata Nabi, mengadulah kepada Allah bahkan urusan yangg remeh seperti sendal putus.
H= PiliH, kita harus tau kita punya ability to choose respon, kita mau pilih tetep sedih, atau kita mau lepas, kita mau tetep sakit hati atau memaafkan itu adalah sepenuhnya adalah pilihan kita.
Tidak ada yang bisa menyakiti hatimu, kecuali kamu sendiri yg mengizinkan, jadi pilih, dan itu adalah kemampuan dr Allah yg dikasih ke kita
---
Pupuknya iman itu adalah ilmu. Sering-sering hadir ke majelis ilmu, itu akan jadi energi yang besar buat angkat iman supaya iman tidak naik turun
Riset psikolog, apapun keadaan diluar kita, sericuh, se-chaos apapaun cuma 10% yang bisa berpengaruh ke kebahagiaan kita. 90% nya diri kita yang berpengaruh, karena kita yang punya hak buat nentuin respon.
---
Tidak ada obat yg paling ampuh, untuk bisa menyembuhkan luka batin, kecuali ikhlas. Definisi ikhlas ketika sudah putus harapan kecuali hanya kepada Allah, kita tuh terluka karena kita masih berharap selain kepada Allah, berharap kepada manusia adalah patah hati yang disengaja
Tugas kita sama manusia cuma ngasih yang terbaik, kalau mau berharap, kalau mau pamrih ke Allah,
Jadi ketika luka, luka itu dia jadikan sebab untuk berharap. ya Rabb dengan ini mudah-mudahan Engkau curahkan rahmat dalam hidup hamba, gapapa Ya Allah, asal dengan ini engkau Ridho.
---
Supaya kita terhindar dari rasa benci pahami prinsip hubungan
اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا ٧
Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri.
Jadi ini antara aku dengan Allah dan kamu dengan Allah. Kalau saya baik terus kamu berbuat buruk, itu bukan masalah saya. itu urusan kamu sama Allah
---
Orang beriman itu harusnya yang paling bahagia, karena dia yakin Dzat yag menetapkan takdir dirinya adalah Dzat yang maha baik. Allah itu maha adil, tidak zolim, Allah maha benar tidak mungkin keliru, Allah maha bijaksana tidak mungkin sembarangan, dan diatas itu semua Allah maha sayang. Orang beriman menatap setiap episode di hidupnya dengan penuh kebahagiaan, karena Allah yang menetapkan ini semua, bahkan level berikutnya dari orang beriman itu bukan hanya menerima takdir, tapi mencintai takdir.
Kata Maulana Rumi, Aku mencintai permasalahanku, karena kutahu yang memberi permasalahan juga mencintaiku.
Ridho itu adalah perjalanan seumur hidup, karena butuh latihan untuk bisa ikhlas, bisa ridho, kata ulama ada 1 ibadah yang bobotnya bisa lebih besar dari puasa sunah, sedekah, yaitu ibadah ridho.
Makanya ada 1 doa yang diajarin nabi, yang bisa kita baca pagi dan petang,
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا
“Kekasihku, aku sunggu rida Engkau sebagai Rabb-ku. Aku sungguh rida Islam sebagai agamaku, dan aaku sungguh ikhlas Muhammad Rasulullah sebagai nabi dan rasul panutanku.”
Doa ini bisa kita baca ketika ada takdir yang tidak selaras dengan keinginan kita.
(Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=tsATQvQOvbI)
Komentar
Posting Komentar