Agar Tenang Jiwamu
oleh: Ustadz Felix Siauw
Seringkali kita merasa depresi, tertekan, stress ketika kita tidak mendapatkan sesuatu sesuai harapan kita, karena kita berfikir kita merasa bisa mengendalikan, bisa menangani, bisa mengontrol segala sesuatu. Seperti depresi saat kita tidak bisa berbuat apapun ketika orang yang kita cintai meninggal. Merasa tidak bisa melakukan apapun, padahal itu bentuk ge-er merasa bahwa itu adalah kendali kita, padahal bukan. Itu adalah urusannya Allah, itu ketentuan Allah.
Allah hanya minta kita hanya melakukan, mengusahakan apa yang menjadi tanggung jawab kita saja, sisanya kita berserah ke Allah.
Islam adalah berserah, muslim adalah menyerahkan (pasrah).
Ada suatu kisah, paman Nabi Muhammad, Abu Tholib sakaratul maut, tapi saat itu tidak dalam keadaan islam dan Nabi Muhammad masih meyakinkan pamannya untuk terakhir kali dan berharap pamannya masuk islam, tapi yang terjadi pamannya wafat dalam keadaan bukan muslim. Abu Tholib adalah paman yang sangat dicintai Nabi Muhammad. Nabi Muhammad sangat sedih karena menemukan bahwa pamannya meninggal dalam keadaan bukan muslim. Allah kemudian menghibur Nabi Muhammad. Wahai Muhammad, hidayah itu bukan ditanganmu, kamu tidak bisa memberi hidayah ke orang lain, akan tetapi Akulah yang memberi hidayah ke orang yang kuhendaki, dan Akulah yang paling tau siapa orang yang layak mendapat hidayah.
Maka apa yang bisa kita lakukan? Ketika kita sudah mengusahakan apa yang menjadi tanggung jawab kita, namun hasilnya tidak seperti yang kita harapkan, maka Innalillahi wa inna laihi rojiun. Sedih iya, tapi bukan untuk melakukan hal yang tidak produktif, seperti memikirkan kenapa dia mati, kenapa dia tidak bisa sembuh, kita tidak perlu merasa bersalah tentang itu, karena itu bukan tanggungjawab kita.
Kita hanya perlu mengubah hal yang bisa kita ubah, namun memang sulit membedakan hal yang bisa kita ubah dan tidak. Maka seperti kata para ahli ilmu, "Maka perbanyaklah berdoa untuk minta kekuatan bisa mengubah apa yang bisa diubah, meminta diberi kesabaran untuk sesuatu yang tidak bisa diubah, dan kebijaksanaan untuk memilih mana yang bisa diubah dan tidak bisa diubah.
Tapi jangan sampai kita tidak mengusahakan perkara-perkara yang bisa ubah.
Islam itu anti depresi, anti stress, karena menaruh segala sesuatu sesuai porsinya. maka jika kita sudah maksimal dalam mengusahakan apapun, tapi terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, maka konsepnya kembali ke Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Sedih boleh, tapi jangan sampai kontradiktif, karena memang sudah ketentuan Allah, karena urusannya Allah. Kita tidak perlu stress karena Allah tau itu bukan urusan kita. Stress terjadi karena kita merasa bisa mengendalikan sesuatu, makanya islam adalah berserah, berserah kepada Allah pada perkara yang tidak bisa kita kuasai setelah kita melakukan segala sesuatu dengan maksimal.
(Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=of3_8r3F40Q)
Komentar
Posting Komentar