Menjauhi Sifat Yang Merusak Keimanan
oleh: Ustadz Adi Hidayat
Keimanan berhubungan dengan kedekatannya dengan Al-Quran. Keimanan juga indikator ketaatan seseorang. Ketaatan lawan dari maksiat.
Iblis awalnya adalah jin yang sangat taat kepada Allah, saking taatnya ada riwayat bahwa malaikat menyebutnya Azazil (makhluk terhormat) karena rajinnya beribadah kepada Allah. Tapi karena ada kejadian menyimpang, dia tidak mau melakukan perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam, karena ada rasa kesombongan bahwa dia terbuat dari api, dia merasa dirinya lebih tinggi derajatnya dari Nabi Adam. Sifat maksiat kesombongannya menutupi sifat taatnya, hingga akhirnya disebut Iblis.
Iblis berasal dari kata balasa. Balasa adalah keburukan yang menutupi kebaikan. Makhluk nya disebut Iblis. Sedangkan kebaikan yang menutupi keburukan disebut Libasa, contohnya kita menggunakan pakaian untuk menutupi hal yang tidak baik dilihat.
Perbuatan maksiat yang dikerjakan bisa menutup kebaikan dirinya, baik dari lisan, pendengaran, penglihatan. Seperti halnya maksiat mata menjadi tidak sanggup membaca Al-Quran, maksiat telinga menjadi tidak sanggup mendengar pengajian.
3 Maksiat yang langsung menyerang keimanan seseorang:
1. Menyalahi komitmen dengan Allah
Komitmen pertama dengan Allah adalah syahadat. Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Maka jangan pernah menuhankan selain Allah. Kita menoleransi keyakinan orang lain, Lakum dinukum waliyadin, La ikraha fiddin. Tidak mencampuri urusan ketuhanan agama lain, toleransi terbaik adalah masing masing, tidak mengganggu, tidak ikut-ikutan, zero tolerance, supaya saling menghormati.
Maka jika sudah Lailahaillallah maka tidak boleh ada statement "semua agama sama, menuju Tuhan yang sama, hanya caranya saja yang berbeda", termasuk pelanggaran terhadap komitmen kepada Allah.
Komitmen kedua dengan Allah adalah sholat: Menjaga syahadat, menjaga Lailahallah dengan sholat. Kalau ingin senang dengan Al-Quran, senangi sholatnya, tingkatkan value sholatnya. karena sholat teman baiknya adalah baca Al-Quran.
2. Memutus hubungan
Apabila ada anak yang tidak memiliki hubungan baik dengan orangtuanya maka akan mempengaruhi hubungannya dengan Al-Quran, yang bisa mempengaruhi keimanan. Maka mintalah ridho orang tua untuk mendapat kemuliaan Al-Quran. jangan sampai hubungan dengan orang lain baik, tapi hubungan dengan orgtua malah tidak baik.
3. Senang merusak (fasad)
Mencuri, menipu, mencela (perkataan yang tidak baik) bisa mempengaruhi hubungan dengan Al-Quran. Kenapa anak-anak mudah mencerna ilmu, mudah menghafal Al-Quran, cepat belajar, karena belum dipengaruhi hal yang buruk. Di dalam Al-Quran disebutkan ulul albab sebanyak 16 kali. Ulul Albab adalah orang yang memiliki akal yang cerdas untuk mengetahui, merenungi sesuatu dengan hakikatnya untuk mengetahui keagunganNya. Maka semakin cerdas seharusnya semakin mengenal Allah. Pengetahuan-pengetahuan yang ada di bumi ini adalah dengan tujuan meningkatkan keimanan kepada Allah.
(Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=HvGYILb_HhA)
Komentar
Posting Komentar